"Petualangan Literasi di Pondok Baca: Menyulut Semangat dengan Kuis Cerdas"

Para siswa mulai merajut persahabatan dengan gagasan cemerlang ini; menghabiskan waktu rehat mereka di pondok baca sekolah. Bukan di perpustakaan megah dengan deretan buku-buku mahal yang berjajar rapi. Nyatanya, membaca bisa dilakukan kapan saja, di mana saja. Jika tekad sudah terpatri, jalan pasti ditemukan.

Barangkali begitulah yang terlintas di benak Verbonia Letek Weking, siswa kelas VIII C, SMPN 4 Nubatukan. Ia mengisahkan bahwa sudah tiga kali ia menyambangi pondok baca sekolahnya pekan ini. Kuis tebak kata itu bagai panggilan untuk jiwa detektifnya, menantang dirinya dalam olah pikir, sekaligus menjadi penawar mujarab bagi kebosanan yang kerap menyergap di kala jam istirahat. 

Beberapa siswa lain yang ditemui turut menyuarakan semangat serupa, dengan harapan membumbung tinggi. Mereka mendambakan gagasan ini, “meningkatkan minat baca dengan cara yang mengasyikkan,” dapat terus dipupuk dan dikembangkan, agar lebih banyak lagi jiwa-jiwa muda dapat turut bersuka ria dalam petualangan literasi ini. Mereka pun merindukan kuis-kuis mendatang yang semakin tajam mengasah kecerdasan dan menggugah kemampuan logika mereka, bagaikan pedang yang diasah tajam oleh sang empu.








0 Komentar