LAMAHORA, 2 Mei 2026 — Matahari pagi menyapa dengan kehangatan yang tak biasa, seolah tahu bahwa hari ini adalah hari di mana budi pekerti dan akal budi dirayakan dalam satu tarikan napas. Di bawah langit biru yang membentang luas, Satuan Pendidikan kembali merajut tradisi, memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan penuh khidmat sekaligus semarak.
Karnaval Budaya dalam
Khidmat Barisan
Ada yang berbeda pada
wajah sekolah pagi ini. Halaman yang biasanya hanya dipenuhi warna seragam,
kini berubah menjadi kanvas raksasa yang hidup. Para peserta didik hadir
mengenakan pakaian adat nusantara, menciptakan gradasi warna yang
memukau mata. Tenun ikat yang gagah bersanding dengan kebaya anggun,
mencerminkan kebinekaan yang menjadi urat nadi pendidikan kita.
Di tengah keriuhan warna tersebut, para petugas upacara tetap
tampil bersahaja dalam seragam resminya, berdiri tegak sebagai pilar ketertiban
di tengah keberagaman.
Apel dipimpin langsung
oleh Kaur Kurikulum, Bapak Petrus Pito, S.Pd. Dalam
ketenangannya, beliau menyampaikan arahan singkat yang menyentuh sanubari,
mengingatkan kembali bahwa sekolah bukan sekadar gedung, melainkan taman tempat
karakter disemai. Beliau kemudian membacakan sambutan hangat dari Menteri
Pendidikan Indonesia, Abdul Mu’ti, yang menekankan
pentingnya adaptasi dan semangat belajar sepanjang hayat.
Narasi Literasi dari
Jendela Perpustakaan
Usai sakralnya
upacara, atmosfer sekolah berubah menjadi arena penuh gairah. Bagian
Perpustakaan, di bawah komando Ibu Yusi Windari, S.Pd.,
telah menyiapkan panggung kreativitas bagi para siswa. Berbagai perlombaan
digelar, mengubah aroma buku menjadi semangat kompetisi yang sehat.
"Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia,
karena dengan itu Anda bisa mengubah dunia."
— Nelson Mandela
Semangat inilah yang terpancar dari wajah-wajah peserta. Setiap
kelas mengirimkan perwakilan terbaiknya—lima orang yang berbeda untuk setiap
mata lomba—untuk memastikan bahwa semua talenta mendapatkan ruang untuk
bersinar. Suasana riuh rendah dengan sorak-sorai dukungan, menciptakan harmoni
kegembiraan yang membuncah.
Apresiasi untuk Para
Penjemput Mimpi
Sebagai penutup dari perayaan yang manis ini, sekolah tidak
membiarkan keringat dan kecerdasan para siswa berlalu begitu saja. Sejumlah
hadiah telah disiapkan sebagai bentuk apresiasi bagi mereka yang berhasil
meraih juara.
Pemberian hadiah ini bukan sekadar soal materi, melainkan simbol
penghargaan atas keterlibatan aktif dan dedikasi dalam meriah-rayakan Hardiknas.
Di akhir hari, bukan hanya para juara yang pulang dengan senyum, melainkan
seluruh warga sekolah yang telah berhasil merawat nyala api pendidikan di dalam
dada mereka masing-masing.
Hari ini, pendidikan bukan
hanya diajarkan, melainkan dirayakan.
0 Komentar