LAMAHORA — Berbeda dari upacara bendera biasanya, halaman SMPN 4 Nubatukan pada Senin (1/6/2026) pagi tampak begitu berwarna. Seluruh warga satuan pendidikan berkumpul dengan khidmat untuk melaksanakan apel memperingati Hari Lahir Pancasila dengan nuansa yang kental akan nilai tradisi.
Kemeriahan peringatan tahun ini terlihat dari perpaduan busana yang dikenakan oleh para peserta upacara. Seluruh peserta didik, bersama para tenaga pendidik dan kependidikan Non-ASN, tampil memukau mengenakan busana tradisional khas daerah. Sementara itu, para Guru dan Pegawai yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) tampak berwibawa mengenakan seragam kebesaran KORPRI.Bertindak sebagai pembina
upacara adalah Stefanus Ola Begu, S.Fil., yang
saat ini menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Kepala SMPN 4 Nubatukan.
Dalam amanatnya, Stefanus Ola
Begu menekankan pentingnya memahami Pancasila bukan sekadar sebagai hafalan
teks, melainkan sebagai fondasi hidup yang digali dari bumi pertiwi sendiri.
"Pancasila itu sebetulnya berakar dalam kebudayaan kita sendiri. Ada banyak sekali nilai-nilai luhur Pancasila yang terkandung di dalam adat istiadat, gotong royong, dan cara hidup kita sehari-hari," ujar Stefanus di hadapan peserta upacara.
Beliau juga mengajak seluruh warga sekolah untuk terus merawat keberagaman dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila tersebut dalam lingkungan sekolah maupun kehidupan bermasyarakat.
Perpaduan antara pakaian adat
dan seragam KORPRI ini menciptakan pemandangan yang indah, sekaligus
mempertegas simbol "Bhinneka Tunggal Ika" di lingkungan sekolah.
Hingga bendera Merah Putih
selesai dikibarkan dan barisan dibubarkan, seluruh rangkaian upacara bendera
memperingati Hari Lahir Pancasila di SMPN 4 Nubatukan ini berjalan dengan
sangat lancar, aman, dan penuh khidmat. Perayaan ini diharapkan mampu memicu
semangat nasionalisme yang berbasis kearifan lokal bagi seluruh generasi muda
di Nubatukan.
0 Komentar