Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata mengunjungi SMP negeri 4 Nubatukan, Selasa 14 Juli 2026. Kehadiran mereka di sekolah dalam rangka untuk membekali para peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tentang bagaimana membangun kesiapsiagaan bencana di sekolah. Hal ini dipandang penting mengingat kondisi daerah yang berada pada posisi rawan terkena bencana, khususnya bencana alam.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten
Lembata, Yohanes Gregorius Solang Demo, ST menyebut bahwa tiga hal utama dalam
menghadapi bencana alam diantaranya adalah tahu, siap, dan siaga agar dapat meminimalisir
jatuhnya korban. Sedangkan untuk lokasi sekolah saat ini, dirinya menyebut
bahwa potensi terbesar bencana yang mungkin bisa melanda sekolah adalah gempa
dan tsunami. Untuk itu dirinya mengingatkan kepada para peserta didik untuk
tidak panik jika sesewaktu menghadapi kondisi demikian.
Lebih jauh, Beliau mengatakan empat poin penting yang harus dilakukan para
siswa jika terjadi gempa bumi saat mereka berada di sekolah yakni lindungi
kepala dengan tas atau buku, berlindung di bawah kolong meja, hindari kaca, dan
lari secara teratur dan berkumpul di halaman sekolah.
Sebagai lanjutan kerja sama, akan dibentuk tim siaga bencana sekolah yang anggotanya
adalah para siswa kelas VII, VIII, dan IX, dan nantinya akan diadakan pelatihan
yang berfokus pada pembekalan mitigasi bencana.
0 Komentar