Lamahora – Dalam upaya meningkatkan kesadaran kesehatan di lingkungan Satuan Pendidikan SMP Negeri 4 Nubatukan, Bidan Kristofora Salomi, S.ST, Bdn, bersama Petugas Gizi dan Pengelola UKS, Yustina K.M. Betekeneng, S.KM, menggelar kegiatan edukasi kesehatan yang menyasar para remaja awal berusia 13 tahun.
Ancaman "Jajan Sembarangan" dan Risiko Gagal Ginjal
Bidan Kristofora memberikan peringatan keras terkait pola konsumsi jajanan di kalangan remaja. Ia menyoroti tren konsumsi minuman berwarna dan jajanan tidak sehat yang jika dilakukan terus-menerus dapat memicu diabetes (kencing manis) parah.
"Diabetes yang tidak terkontrol adalah pintu masuk menuju kerusakan ginjal. Jika ginjal sudah rusak, maka cuci darah menjadi keharusan agar tubuh tidak drop dan berakibat fatal hingga kematian," tegas Bidan Kristofora. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya screening Gula Darah Sewaktu (GDS) sebagai langkah deteksi dini agar kondisi medis serius dapat dicegah sebelum terlambat.
Edukasi Pubertas: Menjaga Kebersihan dan Gizi Seimbang
Di sisi lain, Yustina K.M. Betekeneng, S.KM, memberikan edukasi mengenai perubahan fisik pada masa remaja awal. Ia menjelaskan bahwa perubahan hormon yang menyebabkan kulit berminyak dan bau badan adalah hal yang alami. Siswa diajarkan untuk menjaga kebersihan diri, termasuk tata cara mengganti pembalut setiap 4–6 jam bagi remaja putri yang sudah menstruasi.
Terkait asupan nutrisi, Yustina menyoroti kebiasaan buruk remaja yang hanya sarapan dengan "nasi campur teh". Ia menjelaskan bahwa kandungan dalam teh justru dapat menghambat proses penyerapan gizi penting ke dalam tubuh.
"Tubuh yang sedang dalam masa pertumbuhan membutuhkan asupan gizi yang optimal. Sarapan sebelum ke sekolah bukan sekadar formalitas, tapi kebutuhan agar fungsi tubuh dan otak berjalan maksimal," jelas Yustina.
Pentingnya Deteksi Dini
Kegiatan ini ditutup dengan pesan kuat kepada seluruh siswa: "Ketemu lebih awal, obati supaya tidak menjadi parah." Melalui kolaborasi ini, diharapkan para remaja dapat lebih bijak dalam memilih makanan, peduli terhadap kebersihan diri, dan memahami bahwa investasi kesehatan harus dimulai sejak dini.
0 Komentar