NUBATUKAN — Semangat pelestarian budaya dan literasi bergema di lingkungan SMPN 4 Nubatukan. Pada Sabtu (17/10/2026), satuan pendidikan ini resmi melangsungkan seremonial pembukaan Bulan Bahasa 2026 dengan mengusung tema "Merawat Tradisi, Menguatkan Budaya". Perayaan tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh identitas bangsa sekaligus memacu kreativitas siswa.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat dan menginspirasi. Dipandu oleh Antonius Da Silva, S.Pd., M.Pd. selaku pembawa acara, acara diawali dengan pesan mendalam tentang pentingnya membiasakan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Antonius mengibaratkan kebudayaan seperti akar sebuah pohon besar; tanpa akar yang kuat, pohon akan mudah tumbang saat diterpa angin kencang maupun banjir. Demikian pula kebudayaan yang harus terus dihidupkan melalui perkataan dan perbuatan nyata agar mampu menjadi kekuatan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Kepala SMPN 4 Nubatukan, Katarina Oktaviana Tat, S.E., kepada bidang perpustakaan sekolah yang telah merancang rangkaian program semarak Bulan Bahasa. Beliau mengimbau seluruh guru wali kelas untuk mengawal kegiatan ini secara serius dengan mendorong para siswa berperan aktif. Momentum tersebut diresmikan secara langsung oleh Kepala Sekolah sebagai tanda dimulainya seluruh agenda Bulan Bahasa sepanjang bulan Oktober 2026.
Kemeriahan langsung terasa usai seremonial pembukaan melalui gelaran lomba monolog. Setiap kelas mengirimkan perwakilan terbaiknya yang telah mempersiapkan diri selama beberapa pekan. Para peserta tampil memukau di atas panggung, menyalurkan bakat seni peran dan olah tutur kata dengan penuh percaya diri.
Rangkaian acara pembukaan ditutup dengan sesi ulasan dan masukan konstruktif dari dewan juri, yakni Fransiskus Y.B. Keinginan, S.Pd. dan Yovita G. Gelaphi, S.Pd. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para siswa untuk terus mengasah potensi diri dalam menjaga kelestarian bahasa dan budaya Indonesia.




0 Komentar